Keputusan
"Are You Happy?"
Rasa prihatin seketika muncul bila dalam kelas pelatihan saya menangkap ekspresi tidak “happy” di dalam diri calon-calon eksekutif cemerlang. Banyak yang mengeluh keadaan organisasi yang mengharuskan birokrasi. Banyak juga yang merasakan menjadi victim karena “masih yunior”. Sebagian besar tidak rela pulang malam hari, masuk pada akhir pekan, dan tidak menemukan “manfaat” atau sisi positifnya bila harus berpartisipasi pada acara-acara yang bertujuan meningkatkan motivasi dan memberi julukan kegiatan semacam itu sebagai “ekstrakurikuler” yang memberatkan. sumber: kompas cetak, Sabtu-21 Januari 2012
Eileen Rachman & Sylvina Savitri
Dharma Wanita : Bukan Kumpul-kumpul Biasa...
Dharma wanita, warisan orba yang masih relevan hingga saat ini. Adalah Ny Tien Soeharto, Ibu Negara pada waktu itu, pada tahun 1974 menggagas berdirinya organisasi yang beranggotakan para isteri pegawai dan pegawai perempuan ini. Dimaksudkan untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan anggota dan keluarganya (AD/ART). Kalau yang kami rasakan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mempererat tali silaturahim antar anggotanya. Di sini kami bisa ngobrol yang ringan-ringan, berbagi ide dan pengalaman seputar dapur, perkembangan anak, keterampilan praktis, bahkan bisa juga berbisnis bersama. Karena senasib, sesama ibu-ibu yang memegang peran kunci yang katanya tiangnya negara....(hehe...kesannya agak berat memang, tapi ini nyata) kami jadi sangat berhasrat saat berkumpul disini. Setiap kali pertemuan ini berakhir, pasti timbul ide baru untuk terus bergerak....salam dharma wanita!!
Tidak Ada Sistem Manusia Yang Sempurna
Masih menurut big boss, analog dengan lokomotif kereta api berlari menjalankan roda di depan, tetapi sepuluh gerbong di belakang ngerem semua, pasti tidak akan jalan, percayalah!!. Di Tahun 2012, semua harus tancap gas. Mari kita berlari dan memperkecil gaya gesek. Dalam fisika, gaya gesek adalah gaya yang berlawanan dengan kecenderungan benda bergerak. Salah satu caranya adalah dengan lebih mengefektifkan lagi proses diskusi dan komunikasi antar kita. Dengan menerapkan integrasi proses, resource sharing dan TIK sebagai pilar problem solving, dapat menjadi salah satu alat dalam mencapai tujuan organisasi. Jika ini kita pegang, maka secara tidak langsung akan dapat meningkatkan empati antar kita, baik internal maupun eksternal yang lebih luas, menjadi lebih bermanfaat dan bermakna. Untuk lebih bermanfaat, kata kuncinya ada pada efektif, efisien dan berkualitas. Selamat berbuat!!!
Pentingnya Melayani
Suatu siang, Joko bersama istrinya turun dari angkot tepat di depan kantor kelurahan dimana Joko sekeluarga sudah menjadi warga selama lebih dari 10 tahun terakhir. Begitu turun dari angkot, Joko bersama istrinya melangkah masuk ke dalam untuk mengurus perpanjangan KTPnya yang sudah jatuh tempo.
Di salah satu sudut ruangan, Joko dan istrinya menghampiri seorang laki-laki setengah baya, berseragam coklat dengan atribut kepegawaian di lengannya dan nama ‘Supriyono’ tercantum di dadanya. “Selamat siang pak, kami mau memperpanjang KTP,” kata Joko kepada laki-laki dengan model rambut bang haji Rhoma Irama itu. Dari balik meja kerjanya yang mungil, laki-laki itu menjawab tanpa melemparkan senyum – mungkin agar nampak berwibawa, “Syarat-syaratnya sudah lengkap?” Joko segera menyenggol istrinya yang sontak sibuk mengeluarkan kantong plastik berisi KTP asli milik mereka dan pas foto dari dalam tas. Sambil mengernyitkan dahi diantara kepulan asap rokoknya, pria berseragam itu bertanya,”Lho kok cuma ini? Mana fotokopi Kartu Keluarga, pengantar RT…Lha ini, pas fotonya juga salah…Tahun kelahiran ganjil warna fotonya harus merah, tahun kelahiran genap warna fotonya harus biru.”
Oalah…Joko baru tahu ternyata sekarang mau memperpanjang KTP persyaratannya banyak, tidak hanya sekedar menyerahkan KTP asli yang sudah habis masa berlakunya dan pas foto, seperti yang selalu ia lakukan sejak usia 17 tahun. Joko pun bertanya kenapa ke petugas itu. Kenapa warna foto harus dibedakan antara tahun kelahiran ganjil dan genap? Apa manfaatnya, warna saja kok dipermasalahkan? Kenapa harus menyerahkan fotokopi kartu keluarga padahal kartu keluarga Joko yang menerbitkan juga kantor kelurahan itu, artinya data-data keluarga Joko seharusnya juga masih disimpan oleh kantor Kelurahan? Sang petugas – masih tanpa senyum – mencoba memberikan penjelasan,”Ya…itu aturannya.” Nampaknya hanya penjelasan seperti itu yang bisa dia berikan ke Joko dan istrinya, yang notabene sudah menjadi bangsa Indonesia sejak nenek moyang mereka.
Joko hanya bisa mengajak istrinya pulang sambil bergumam,”Bu, percuma kamu jadi cucu veteran. Kakekmu dulu ikut perang di Kebumen, bapakmu dulu dikirim perang ke Irian, kita sekarang mau ngurus KTP saja sulit.” Istri Joko menimpali,”Nggak cuma kita, Pak. Semua juga begitu kalau mau ngurus KTP. Wong sistemnya yang dibuat sulit.”
Ya, karena sistem yang dibuat sulit, Joko dan istrinya harus mengeluarkan uang lagi untuk naik angkot, fotokopi kartu keluarga, ke studio foto untuk bikin pas foto merah dan biru, membeli sekaleng biskuit untuk oleh-oleh Pak RT saat meminta surat keterangan nanti serta tentunya membayar biaya pembuatan KTP yang seharusnya gratis. Alangkah indahnya jika para petinggi negara ini dan mereka yang dipekerjakan oleh rakyat mau menundukkan kepala untuk melihat kesulitan mereka yang ada di bawah. Rakyat sebangsa dan setanah air yang seharusnya dilayani, dibantu dan dipermudah tidak seharusnya dibuat sulit oleh sistem dan birokrasi yang kadang terkesan mengada-ada.
Bagaimana dengan anda? Ada pengalaman berurusan dengan birokrat?
Menengoklah ke bawah
“Kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah?”, jargon yang akrab dengan sebagian birokrat dan Pegawai Negeri Sipil / PNS di Indonesia. Sikap unik ini bahkan sempat menginspirasi iklan televisi salah satu produk rokok.Di negeri bule, Pegawai Negeri Sipil disebut sebagai Civil Servant atau Public Servant, yang artinya adalah PELAYAN MASYARAKAT. Mereka digaji dari uang rakyat dan mereka bekerja untuk melayani masyarakat. Di Indonesia, mengapa tidak semua PNS memiliki jiwa melayani? Mungkin karena sebagian dari PNS belum memahami untuk siapa mereka bekerja, atau mungkin mereka tidak mau peduli karena setiap bulan apa yang mereka terima tidak cukup untuk menghidupi keluarganya. Atau justru mereka sebenarnya ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, tapi apa daya sistem dan birokrasi yang ada tidak mendukung. Itulah opini saya.
Apapun kondisinya, seharusnya tidak ada alasan untuk tidak memberikan service yang terbaik bagi konsumen kita. Demikian juga kita yang sudah memiliki posisi di radio. Semakin tinggi posisi kita, berarti semakin banyak juga stake holder yang harus kita layani. Tidak hanya direktur dan owner, tapi juga semua crew, pemasang iklan hingga pendengar harus kita layani dengan baik. Kita harus memberikan service terbaik bagi penyiar agar mereka bisa dengan baik melayani kebutuhan pendengar. Kita harus bisa memberikan service terbaik untuk receptionist agar mereka bisa melayani telpon masuk dan tamu yang datang ke studio kita dengan baik pula. Kita harus melayani mereka yang tergabung dalam divisi penjualan agar klien kita puas dengan service yang diberikan oleh sales team kita. Demikian juga dengan Office Boy / Office Girl, harus kita service agar mereka happy dan termotivasi untuk bisa melayani seluruh kantor dengan baik.
Saling melayani tidak hanya dari sikap dan tenaga tetapi juga dalam menciptakan sistem kerja yang lebih simpel namun tetap efektif. Jika saling melayani, saling membantu, saling mempermudah bisa terjadi dua arah antara bawahan dan atasan, tidak mustahil akan lahir suasana kerja yang kondusif dan kita bisa menjadi satu kelompok kerja yang berkualitas untuk memajukan radio kita. Dengan melayani anggota tim yang lain, mereka akan membantu kita untuk mencapai tujuan yang kita harapkan.
sumber: radioclinic.com
Senam Indonesia Jaya
- berdiri tegak,
- tumit rapat dengan ujung kaki terbuka selebar kepalan tangan,
- pandangan lurus ke depan,
- kedua lengan lurus di samping badan,
- telapak tangan rapat di samping paha,
- jari – jari rapat menghadap ke bawah
- Tujuan : untuk menghilangkan kekakuan pada otot dan persendian serta menaikkan denyut jantung secara perlahan.
- Pertama, 1x8 hitungan, jalan di tempat, diawali dengan kaki kanan. Ayunkan lengan bergantian ke arah dagu. Tangan setengah mengepal, siku kedua lengan ditekuk ke belakang.

- Kedua, 1x8 hitungan, hitungan satu, tangan di pinggang, empat jari rapat di depan, tundukkan kepala. Hitungan dua, kepala kembali ditegakkan. Ulangi sampai delapan hitungan.
- Pertama, 1x8 hitungan, membuka kaki kanan dan kiri seimbang dan kembali merapat, sambil mengayunkan lengan bergantian ke arah dagu, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
- Kedua, 1x8 hitungan, jalan di tempat, kedua tangan di pinggang, empat jari rapat di depan, tengokkan kepala ke samping kanan dan kiri, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
- Ketiga, 1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
- Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
- Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil mengangkat bahu secara perlahan, tangan di kepal di samping badan, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
- Kedua, 1x8 hitungan, jalan di tempat di awali kaki kanan, putar kedua bahu perlahan ke belakang.
- Ketiga, 1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
- Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua.
- Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil mendorong dan menarik bahu, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
- Kedua, 1x8 hitungan, jalan di tempat di awali kaki kanan, putar kedua bahu perlahan ke depan.
- Ketiga, 1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
- Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua.
- Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil menekuk dan meluruskan kedua lengan, kepalan berhadapan, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
- Kedua, 1x8 hitungan, membuka kaki dua kali serong ke depan dengan tumit, bergantian kanan dan kiri, sambil mengangkat kepalan tangan dua kali ke arah samping telinga, bergantian. Hitungan satu mulai ke sisi kanan.
- Ketiga, 1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
- Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
- Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil mendorong kepalan dari pinggang lurus ke depan setinggi dan selebar bahu, dengan membuka jari-jari, telapak tangan berhadapan, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
- Kedua, 1x8 hitungan, melangkah selangkah maju mundur, diawali kaki kanan, sambil mengangkat kedua kepalan tangan dari perut ke arah samping telinga.
- Ketiga, 1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
- Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua, hitungan satu mulai kaki kiri.
7. Gerakan 7, (4x8 hitungan),
- Pertama, 1x8 hitungan, melangkah dua langkah ke samping kanan dan kiri, sambil kedua tangan mengayun lurus ke samping setinggi bahu, kepalan menghadap ke bawah, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
- Kedua, 1x8 hitungan, mendorongkan kaki ke samping dua kali, sambil mendorong kepalan tangan, dua kali bergantian, dari pinggang ke arah diagonal setinggi bahu. Hitungan satu mulai ke sisi kanan.
- Ketiga, 1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
- Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
- Pertama, 1x8 hitungan, melangkah dua langkah ke samping kanan dan kiri, sambil kedua lengan lurus diayun naik ke samping dan dibawa ke depan selebar dan setinggi bahu, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
- Kedua, 1x8 hitungan, diawali dengan kedua tangan ditekuk, dan kepalan di depan dada. Dorong kedua lengan lurus ke depan, selebar dan setinggi bahu sambil mendorong kaki ke belakang, dimulai dari kaki kanan ke belakang, kemudian bergantian dengan kaki kiri.
- Ketiga, 1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
- Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua, hitungan satu mulai dengan kaki kiri didorong ke belakang.
- Tujuan : untuk meregangkan otot-otot tubuh dan mempersiapkan otot sebelum melakukan gerakan inti.
- Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri dengan menekuk kedua lutut, sambil membuka tangan ke samping bergantian kanan dan kiri, telapak menghadap ke atas, akhiri dengan merapatkan kaki.
- Kedua, 1x8 hitungan, tekuk kedua lutut rapat, sambil memutar kedua lengan ke arah luar, jari-jari rapat.
- Hitungan 2x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.
2. Gerakan 2, (4x8 hitungan),
- Pertama, 1x8 hitungan, hitungan satu, buka kaki kanan, dengan lutut kaki kanan ditekuk, tangan ditekuk dengan kepalan di depan dada, hitungan dua, tekuk lutut kiri, sambil condongkan badan ke samping kanan, dengan tangan direntangkan diagonal, telapak tangan menghadap ke bawah, pandangan ke ujung tangan kanan, hitungan ketiga, kembali ke hitungan pertama, hitungan keempat, kembali ke sikap awal. Hitungan 5–8, ulangi gerakan ke sisi kiri.
- Kedua, 1x8 hitungan, hitungan 1–4, buka kaki kanan, dengan lutut kaki kanan ditekuk, condongkan badan ke kanan, sambil tekuk tangan kanan, dengan kepalan di depan dada kanan, menghadap ke bawah, tangan kiri lurus diagonal ke atas, dengan jari rapat dan telapak menghadap ke bawah, pandangan ke samping kanan bawah, hitungan 5–8, tekuk lutut kiri, sambil angkat ujung kaki kanan, lengan kiri ditekuk, telapak menghadap ke depan disamping telinga kiri, lengan kanan lurus diagonal ke bawah, telapak menghadap ke bawah dan pandangan ke arah ujung kaki kanan.
- Hitungan 2x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.
- Pertama, 1x8 hitungan, hitungan 1, dorong kaki kanan ke belakang, menapak, lengan lurus ke depan, selebar dan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke bawah, hitungan 2, angkat tumit kanan, lutut tertekuk, kedua tangan tertumpu di depan dada, tangan kanan di atas tangan kiri, hitungan 3, kembali ke hitungan 1, hitungan 4, kembali ke sikap awal. Hitungan 5–8, ulangi gerakan ke sisi kiri.
- Kedua, 1x8 hitungan, hitungan 1–4, dorong kembali kaki kanan ke belakang, menapak, kedua lengan lurus ke atas, membentuk huruf V, kedua telapak berhadapan, hitungan 5–8, tekuk lutut kanan, tumit kanan terangkat, kedua tangan bertumpu di depan dada.

- Ketiga, 1x8 hitungan, hitungan 1–4, rapatkan kaki, kedua lutut ditekuk, sambil tangan kanan mendorong tangan kiri, lurus ke depan, hitungan 5–8, angkat lutut kanan ke depan, dengan bola kaki kanan bertumpu pada samping lutut kiri, kepalan tangan kanan di pinggang, dan tangan kiri lurus ke atas di samping telinga, kepalan menghadap ke depan.
- Hitungan 3x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.
- Tujuan : untuk mempersiapkan gerakan selanjutnya sambil mengatur napas.
- Tujuan : untuk melatih koordinasi gerak tangan dan kaki serta menaikkan denyut nadi.
- Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil meninjukan tangan ke samping bergantian, pandangan ke samping mengikuti kepalan tangan.
- Kedua, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil meninjukan tangan ke atas bergantian di samping telinga, kepalan menghadap ke depan.

- Ketiga, 1x8 hitungan, melangkah dua langkah ke samping kanan dan kiri, sambil menekuk kedua tangan di depan dada, lalu dibuka lurus ke samping, tangan dikepal menghadap ke bawah. Saat di samping badan kepalan menghadap ke dalam.
- Keempat, 1x8 hitungan, jalan di tempat sambil menekuk kedua tangan lalu didorong lurus ke atas, di samping telinga, kepalan menghadap ke depan, saat di samping badan kepalan menghadap ke dalam.
- Hitungan 4x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.
- Pertama, 1x8 hitungan, hitungan 1–4, melangkah zig-zag maju sambil mengayun kepalan dari pinggang ke atas, hingga siku setinggi bahu, hitungan 5–8, melangkah zig-zag mundur dengan siku membuka ke samping,

- Kedua, 1x8 hitungan, hitungan 1–2, diawali dengan kaki rapat, kedua tangan ditekuk di depan dada, buka ujung kaki kanan ke samping kanan, sambil kedua tangan dibuka membentuk huruf L, ke depan dan ke samping, diikuti dengan melangkah ke samping kanan dan akhiri dengan rapatkan kaki kiri, ulangi gerakan ke sisi kiri sampai 8 hitungan.
- Ketiga, 1x8 hitungan, hitungan 1–2, melangkah maju diawali kaki kanan, kedua kepalan tangan dari pinggang disilangkan ke bawah, lalu ditarik kembali ke pinggang, dan didorongkan ke atas di samping telinga, kepalan menghadap ke depan. Hitungan 3–4, melangkah mundur diawali kaki kanan, gerakan sama. Ulangi gerakan sampai 8 hitungan.

- Keempat, 1x8 hitungan, memindahkan berat badan, dengan ujung kaki ke depan bergantian kanan dan kiri, sambil mendayung.
- Hitungan 4x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.
- Kedua, 1x8 hitungan, hitungan 1–4, maju sambil ayunkan tangan, hitungan ke empat menghadap ke depan sambil tepuk tangan, hitungan 5–8, lakukan gerakan yang sama ke samping kiri.

- Ketiga, 1x8 hitungan, rentangkan tangan kemudian ayunkan tangan kanan setengah lingkaran, sambil ayunkan kaki kanan ke samping kanan, bergantian dengan arah kiri.

- Keempat, 1x8 hitungan, diawali dengan kedua tangan ditekuk, setinggi bahu, sambil mendorong kaki ke belakang, dimulai dari kaki kanan ke belakang, kemudian bergantian dengan kaki kiri.
- Hitungan 4x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.
- Pertama, 1x8 hitungan, kaki kanan maju sambil rentangkan tangan, lutut ditekuk dan sedikit mengayun, kemudian kepalkan kedua tangan di depan dada sambil menghadap ke samping, ulangi maju kaki kanan dan rentangkan tangan, lakukan gerakan memutar hingga 8 hitungan.
- Kedua, 1x8 hitungan, kepalkan kedua tangan di depan dada, kaki dibuka, ayunkan kaki kanan ke serong depan sambil ayunkan lengan lurus ke samping.
Ketiga, 1x8 hitungan, melangkah 2 langkah ke samping kanan dan kiri sambil mengayunkan tangan di depan dada, saat tangan kanan lurus 90° ke atas, tangan kiri lurus 90° ke samping. Lakukan hingga 8 hitungan, awali dengan kaki kanan terlebih dahulu.
- Keempat, 1x8 hitungan, kaki melangkah maju mundur zig-zag, sambil memutar kepalan tangan di depan dada, hitungan ke 3 & 4, tepuk tangan, awali dengan kaki kanan.
- Hitungan 4x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.
































